Garuda Muda Kalah di Pertandingan Perdana

 Garuda Muda Kalah di Pertandingan Perdana


Garuda Muda Kalah di Pertandingan Perdana

Garuda Muda Kalah di Pertandingan Perdana – Timnas Indonesia U-23 memerankan pertandingan perdana SEA Games 2015 Singapura dengan hadapi Myanmar di Jalan Besar Stadium, Selasa (6/7/2015) malam WIB. Tampak tertekan mulai sejak menit awal, skuad Garuda juga mesti mengaku kelebihan lawannya dengan score akhir 2-4.

Hasil minor itu juga bikin kans tim arahan Aji Santoso itu untuk berprestasi di SEA Games 2015 semakin menipis. Pasalnya, skuad Timnas Indonesia telah ditunggu dua lawan relatif kuat, yaitu tim tuan rumah, Singapura serta Filipina.

Babak Pertama

Tanpa ada diduga, Myanmar tampak lebih ngotot daripada Indonesia di 10 menit pertama. Garuda Muda kewalahan dengan desakan-tekanan yang dilancarkan tim lawan. Waktu kuasai bola, Evan Dhimas serta kawan-kawan tampak gegabah.

Segi sayap jadi andalan Myanmar, terlebih ruang kiri yang ditempati pemain lincah yaitu Thura Shine. Ye Ko Oo melalui sebagian pemain Indonesia serta mengakhiri aksinya dengan suatu sepakan yang masih tetap menyamping.

Pressing Myanmar mulai menyusut, giliran Indonesia yang saat ini mengatur jalannya pertandingan. Menit 17, Nufiandani Ahmad melepas sepakan yang cukup keras tetapi bola jatuh pas ke pelukan Phyo Kyaw Zin.

Serangan Indonesia berlum selesai, kesempatan yang cukup emas dicapai Muchlis Hadi. Pernah pamer skill, tetapi penyelesaian pada akhirnya masih tetap jauh dari harapan.

Menit 22, Indonesia tertinggal 1-0 dari Myanmar. Bermula dari bola liar didalam kotak penalti Merah Putih, Thura Shine segera melepas sepakan dengan kaki kirinya serta bola melaju mulus ke gawang Fadhil Muhammad.

Ke-2 tim masih tetap jual-beli serangan, terlebih Indonesia yang semakin agresif untuk gol keseimbangan. Tetapi, tim arahan Aji Santoso itu belum lagi membuahkan kesempatan yang membahayakan gawang Myanmar.

Derita Indonesia makin panjang sesudah gawang Fadhil untuk kali ke-2 dijebol oleh Myanmar pada menit 38. Bermula dari sepakan bebas, Naing Kaung Sat tanpa ada kesusahan melanjutkan bola rebound serta bikin score jadi 2-0 untuk Myanmar.

Harapan untuk Indonesia nampak di pengujung babak pertama. Punya niat memberi umpan tarik, sepakan Lestaluhu Muhammad malah menjebol gawang Myanmar sekalian merubah score jadi 2-1.

Babak Kedua

Paruh ke-2 baru berjalan 11 menit, gawang Timnas Indonesia U-23 kembali dibobol oleh pemain pasukan Myanmar. Bermula dari blunder yang dikerjakan Hansamu Yama, bomber Myanmar segera bertemu dengan Fadhil serta tanpa ada kesusahan merubah score jadi 3-1.

Empat menit berselang, Myanmar hampir menaikkan kelebihan jadi 4-1 misal kesempatan emas yang didapat Thura Shine berbuah gol. Dengan cerdik, penyerang Myanmar itu memakai lobang di lini belakang Indonesia dengan tendangan mendatar yang dapat diamankan oleh Fadhil Muhammad.

Timnas Myanmar kembali menaikkan nestapa Garuda muda lewat gol yang diciptakan oleh Zin Lwin Kyaw di pertengahan babak ke-2. Memakai sepak sudut dari Tun Nay Lin, pemain yang baru masuk itu berhasil meneruskan umpan itu masuk ke gawang Indonesia.

Tetapi, kelebihan 4-1 Myanmar cuma berjalan dua menit. Pasalnya, Nufiandani Ahmad dapat mengecilkan ketertinggalan Indonesia lewat tembakan 1/2 terjatuh di depan gawang penjaga gawang Myanmar Phyo Kyaw Zin. Indonesia 2-4 Myanmar.

Naing Kaung Sat! Nyaris kembali mencatatkan namanya di papan score sekalian bikin Timnas Myanmar menjauh andaikata tendangan kaki kirinya didalam kotak penalti jadi gol di menit 76. Mujur untuk Timnas Indonesia, tembakannya itu masih tetap belum menjumpai tujuan.

Masuk 10 menit saat normal selesai, Timnas Myanmar yang telah unggul jauh cobalah memperlambat tempo permainan. Hal semacam itu tampak dari lebih banyak pasukan Myanmar memainkan bola di ruang pertahanannya sendiri.

Pada menit-menit akhir mendekati kompetisi selesai, Paulo Sitanggang nyaris kembali mengecilkan ketertinggalan Timnas Indonesia. Bermula dari operan Evan Dimas, eks pilar Timnas U-19 itu segera melepas tendangan ke arah pojok gawang Myanmar. Tetapi, tembakannya masih tetap menyamping tidak tebal serta cuma membuahkan sepakan gawang untuk Myanmar.

Sampai peluit panjang ditiupkan sang pengadil lapangan bertanda usainya pertandingan, tidak ada lagi gol penambahan yang dapat di ciptakan oleh ke-2 kesebelasan. Timnas Indonesia juga mesti mengaku kelebihan 2-4 dari Myanmar.

register